nada dengan *TUMBELER nya :)



Ask me anything  

Batasan

Aku diam saja waktu dia memegang tanganku saat menyebrang di jalanan Surabaya, aku sangat senang meski sebenarnya pura-pura tidak sadar batasanku pada mars terlampaui tidak sengaja. Alasannya sungguh klise, aku sedang jatuh cinta.

***

Bunga temanku pergi ke Bali bersama pacarnya Farhan, Tante melati ibu Bunga mengizinkan anak perempuan satu-satu nya pergi bersama Farhan berdua saja, Tante Melati bilang “Bunga sudah besar, sudah tau batasan”.

Aroma Bali sungguh luar biasa Bunga lupa pada batasan, alasan Cinta bukan main kuatnya cinta tanda kutip memang selalu jadi alasan untuk pembenaran pada ego selangkangan.

Dua bulan setelah dari Bali Bunga dan Farhan putus, apa boleh buat batasan sudah terlangkahi.

***

Hari jumat aku bertemu Yusuf seorang Pemimpin organisasi Islam di kampusku untuk mengantarkan surat undangan berbuka puasa bersama dari organisasi paduan suara yang aku ikuti. Yusuf sama sekali tidak memandangku saat aku berbicara, aku jengkel dia sombong padaku. Dahulu Yusuf temanku di SMP dan kami sering bermain bersama.

Temanku bilang memandang perempuan yang bukan muhrim adalah haram untuk Yusuf.

***

Sepupuku Maria menangis waktu Jilbab besarnya tertiup angin dan tak sengaja rambutnya yang hitam dilihat oleh seorang laki-laki di kampusnya. Maria menangis sesenggukan di kamarnya adiknya Risti terganggu dengan suara tangis maria, Risti bilang “kenapa nangis terus sih kak? Rambut doang kok, lagian juga gak sengaja kan , cowok juga gak bakal napsu liat rambut ketiup angin doang !”

***

Amel melahirkan bayi mungil dan lucu di semester 5 kuliahnya, ibunda amel tante lisa, senang sekali mendapat cucu yang cantik dan lucu amel sama sekali tidak dimarahi meski mempunyai bayi sebelum waktunya, keluarga amel tidak memberi batasan apapun pada anak-anaknya, hamil diluar nikah pun bukan masalah besar bagi keluarga amel.

Kuliah amel berantakan, waktu untuk berkumpul dengan teman-temannya pun tidak ada, cita-cita Amel untuk menjadi Pengcara pun kandas ditengah jalan.

***

 

Batasan adalah garis imaginier yang kita tetapkan sendiri, sekuat apapun ibu,teman,lingkungan bahkan Tuhan memberi batas tetap saja yang membuat garis batas adalah diri  kita sendiri .

Bukankah batasan yang kita buat adalah sejauh mana penghargaan kita pada diri sendiri ?