Dan surat yang dicantumkan di atas, surat monolog yang seolah berdialog itu, adalah surat ke-seratus-sekian yang menjadi bagian dari mimpi bertemu ayah.
Aku akan membukukannya.
Aku akan memberitahu dunia.
Kalau aku mencari ayahku.
Jadi kalaupun sampai sepuluh tahun mendatang Ayah tak juga menelurkan buku, biarlah, bukuku saja yang ditemukannya.
“Kumpulan Surat yang Mencari Penerima”.
Sekarang usiaku sudah 18 tahun . tak terasa sudah sekitar 10 tahun ayah meninggalkanku dan Ibu. Semangat yang ditinggalkan pun masih terasa benar sampai sekarang. Semangat tak boleh takut mencapai mimpi walaupun kita orang biasa. Aku masih ngat dulu ayah pernah berkata seperti ini padaku.
“Riesa, anak cerdas , apapun yang terjadi, bagaimana pun kondisi Riesa nanti , Riesa harus tetap semangat menggapai mimpi Riesa. Semangat mengubah keadaan Riesa yang sekarang menjadi keadaan yang lebih baik . Ingat selalu mematuhi apa yang di samapikan Ibu. Oke Riesa?” Aku pun mengangguk bersemangat saait itu.
Ujian Nasional mulai dekat. Walaupun demikian tak membuatku bosan atau jaran mengunjungi took buku di kotaku sekarang ini. Masih berharap suatu saat nanti aku menemukan buku dengan pengarang paling hebat sedunia , Romli , ayahku.
Benar kata ayahku took buku adalah tempat yang dashyat .
aku bisa menemukan dunia , mimpi , semuannya di sini . Namun aku tetap merasa aku masih di dunia paling sempit sekarang karena tak bias menemukan buku karangan ayahku sendiri. Di mana kah engkau sekarang , ayah ? Riesa merindukanmu. Aku yakin Ibu juga merindukan ayah . Doakan Riesa bisa lulus ujian nasional dan masuk universitas yang dulu ayah sempat gagal masuk ke sana. Aku ingin meneruskan mimpi ayah . I love You .
“Rindu untuk Ayah”
kagak nyambung yee? #menulisberantai
***
Ayah seperti biasa malam-malam seperti ini menjadi ritual bagi otakku yang berarah kepadamu,semakin ibu melarang semakin condong pikirku kepadamu.Ayah aku tidak tau apa yang harus aku ceritakan kepadamu? terlalu banyak suasana yang tak kau lihat,terlalu banyak episode hidupku yang seharusnya kau berperan dalamnya,terlalu banyak rentetan cerita yang ku telan sendiri tanpamu.
Tidak apa apalah ayah .. hidup memang kadang tak seideal yang kita mau..aku selalu mahfum pada jalan Tuhan.
Ayah aku ingin beri tahu kamu satu rahasia, tapi ayah jangan beritahu ibu yaa! ayah aku jatuh hati pada laki laki ..apa ayah tau kenapa aku yang 18 tahun tidak pernah teratarik dengan laki-laki tiba-tiba saja merasa jatuh hati ..
Dia penulis yah…
Aku suka penulis seperti ayah,ayah berhati-hati lah kau harus rela berbagi tempat dengannya dihatiku hehe :p *tidak ayah aku tidak serius
kemarin waktu di toko buku aku bertemu dengannya ternyata dia penulis, dia sedang melihat lihat buku nya yang di pajang di rak buku, saat dia keluar toko aku beli satu buku nya dan kubaca di rumah saat ibu sedang pergi .. membaca Bukunya jantungku berdebar ayah aku tidak tau rasa apa itu ..
Ayah apa ayah ingat waktu itu pada saat usiaku 7 tahun ayah pernah mengajakku ke tempat ayah bekerja waktu itu aku bingung dimana kantor ayah? Aku kaget waktu aku sampai di kantor ayah, kantor ayah indah sekali aku takjub waktu melihat deburan ombak,langit luas,angin yang berhembus,pasir yang halus membuatku tertawa riang ..ternyata kantor ayah adalah pantai..
waktu itu ayah bilang padaku bahwa pantai adalah tempat ayah menulis dan pantai yang membuat ibu selalu marah kepada ayah ..aku yang 7 tahun hanya diam saja tidak mengerti..
ayah juga bilang bahwa menulis adalah tentang menjaga keabadian
sampai sekarang aku tidak mengerti artinya yah..
ayah semakin dewasa doaku semakin sedikit yah,ku beri tau salah satu doaku
“jika Tuhan enggan mempertemukan aku dengan ayah,semoga Tuhan berkenan mepertemukanku dengan laki laki yang menjaga kebadian” …
…
ayah apa kau dengar suara itu ? sepertinya ibu datang aku pamit dulu yah besok aku teruskan lagi ceritaku ..
(bersambung …. ) By : Nd
*sambung menyambung menjadi satu .. hehe in coba coba semoga nyambung kalo gak nyambung namanya juga beda orang pasti beda nalar hehe salam :p
(via chappyruki)

